Proses pendaftaran seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) jalur undangan mulai dibuka secara online hari ini. Pihak sekolah dapat melakukan pendaftaran melalui laman  ttp://undangan.snmptn.ac.id. Pendaftaran SNMPTN jalur undangan secara online dikelola oleh panitia pusat dan dibuka dari 1 Februari hingga 12 Maret 2011.

Proses pendaftaran hanya bisa dilakukan oleh kepala sekolah, bukan calon mahasiswa. Sekolah yang dapat mendaftarkan siswanya untuk mengikuti seleksi jalur undangan tersebut adalah yang sudah terakreditasi. Nilai akreditasi memengaruhi jumlah siswa yang dapat didaftarkan oleh sekolah.

“Sekolah yang bisa mendaftarkan siswanya adalah sekolah yang terakreditasi A, B, atau C dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BANSM) atau terdaftar pada database SNMPTN 2010,” ujar panitia lokal SNMPTN Yogyakarta Budi Prasetyo saat menggelar sosialisasi program undangan SNMPTN untuk 387 kepala sekolah di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), kemarin.

Berdasarkan ketentuan, sekolah yang terakreditasi A kelas akselerasi diberikan kesempatan untuk mendaftarkan seluruh siswanya atau 100 persen. Sekolah akreditasi A kelas Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) atau unggulan, hanya boleh mendaftarkan 75 persen siswa terbaik dalam kelas. Sementara untuk akreditasi A kelas reguler, yang boleh didaftarkan hanya 50 persen siswa terbaik di dalam kelas. Sekolah dengan akreditasi B, hanya boleh mendaftarkan 25 persen siswa terbaik di dalam kelas. Lalu untuk nilai akreditasi C, hanya bisa mendaftarkan 10 persen siswa terbaik di dalam kelas.

Proses SNMPTN 2011 dilakukan dalam tiga tahapan, yakni seleksi melalui jalur undangan atau yang dulu dikenal dengan penelusuran bibit unggul daerah (PBUD), jalur seleksi beasiswa Bidik Misi, dan jalur ujian tulis. Seluruh kegiatan seleksi tersebut akan digelar setelah proses Ujian Nasional (UN) SMA selesai diselenggarakan. Sementara untuk seleksi mandiri yang hanya mendapatkan 40 persen dari kuota mahasiswa baru akan diselenggarakan setelah proses SNMPTN selesai dilaksanakan.

Rektor UNY Prof. Rochmat Wahab menerangkan, program SNMPTN saat ini telah mulai menjalankan keinginan adanya sistem keberlanjutan atau kontinuitas pendidikan dari SD hingga perguruan tinggi. Hal tersebut terlihat dari tertatanya mekanisme penyelenggaraan pendidikan. Menurutnya, telah terbentuk pemahaman bahwa penyelenggaraan pendidikan harus dapat berjalan secara berkesinambungan. “Sekarang ditata rapi, selesai UN baru SNMPTN, setelah itu baru seleksi Mandiri,” ucapnya.

Kepala Humas dan Protokoler UGM Suryo Baskoro mengatakan, setiap siswa yang dinyatakan lolos dari seleksi di tingkat nasional masih akan diseleksi oleh perguruan tinggi masing-masing. Seluruh prasyarat yang disertakan dalam proses pendaftaran masih akan dilihat kembali untuk benar-benar mendapatkan mahasiswa yang sesuai dengan target. “Seluruh lampiran seperti nilai rapor, prestasi olimpiade, olahraga, seni maupun sertifikat yang menunjukkan prestasi akademik yang merupakan komponen penilaian jalur undangan masih akan diseleksi lagi oleh masing-masing PTN,” tuturnya.

 

sumber :  http://kampus.okezone.com/

About these ads