Hibrida alias hasil kawin silang antara Paus Minke Antartika dan Paus Minke Artik ditemukan dalam analisis DNA seekor paus yang ditangkap oleh pemburu asal Norwegia. Penemuan tersebut dipublikasikan di jurnal PLoS ONE yang terbit 22 Desember 2010 lalu.

Penemuan hibrida tersebut sangat mengejutkan. Ilmuwan tak pernah memperkirakan kedua jenis itu bisa bertemu, bahkan lewat proses migrasi. Pola pergantian musim yang berlawanan antara bagian bumi utara dan selatan adalah penyebabnya.

Ketika belahan utara bumi mengalami musim gugur, belahan selatan bumi mengalami musim semi. Akibatnya, arah migrasi kedua paus berlawanan, Paus Minke Artik bergerak ke Ekuator sementara Paus Minke Antartika bergerak ke kutub.

Hingga seekor paus ditemukan oleh Kevin Glover dari Institute of Marine Research, Bergen, Norwegia tahun 2007. Setelah dianalisis DNA-nya, paus itu ternyata merupakan hibrida dari Paus Minke Artik dan Antartika.

Penemuan itu menggugurkan pandangan tentang kemustahilan dua jenis paus tersebut bertemu. Hasil analisa DNA menunjukkan, Paus Minke Antartika bisa bergerak lebih jauh hingga belahan bumi utara, bertemu dan kawin dengan Paus Minke Artik.

Sampai saat ini, peneliti belum mengetahui apakah terciptanya hibrida itu hanya sebuah kebetulan atau sudah menjadi tren. Penelitian tentang populasi paus hibrida ini masih diperlukan untuk mengungkap.

Namun, ilmuwan menduga kejadian tersebut terkait dengan hasil studi ilmuwan Jepang. Dikatakan, populasi Paus Minke Antartika menurun drastis di era 80an dan 90an. Populasi crustacea yang biasa menjadi mangsa paus ini juga menurun.

“Hasil riset ilmuwan Jepang bahkan menunjukkan bahwa lapisan lemak pada tubuh paus juga menipis. Bukan terkait dengan malnutrisi, tetapi menunjukkan kurangnya bahan makanan,” kata Glover.

Glover melanjutkan, “kami berspekulasi bahwa jumlah makanan menurun. Hasilnya, paus mulai gencar mencari makanan. Bisa jadi beberapa individu bergerak jauh ke luar wilayahnya dan menemukan jalan menuju Artik.”

Ketika beberapa individu tersebut memasuki wilayah Artik, di sanalah mereka bertemu dengan kerabatnya, Paus Minke Artik. Perkawinan menghasilkan hibrida yang baru saja ditemukan akhirnya dimungkinkan.

 

sumber : kompas.com