Pertanyaan dalam judul di atas kian populer menyusul ramainya pemberitaan sejumlah skandal terkait insitusi Polri akhir-akhir ini.

Meski jawabannya masih ada polisi baik, namun acap kali keberadaan mereka tertutup oleh aksi polisi-polisi nakal. Akibat tindakan-tindakan tak terpuji ini publik pun semakin ragu dengan moral aparat penegak hukum.

Upaya Kepolisian membangun public trust dengan meluncurkan program reformasi ternyata tak semudah membalik telapak tangan. Beragam cobaan mendera dalam berbagai bentuk. Alih-alih menyakinkan publik bahwa Polri sudah berubah, citra polisi semakin terpuruk.

Adalah perkara rekayasa kasus, penganiayaan terhadap rakyat sipil, drama Cicak-Buaya, Susno vs Mabes Polri, penggelapan pajak, makelar kasus, pungutan liar, dan rekening gendung perwira Polri, yang menjadi penyebabnya. Dilapisan bawah masyarakat seringkali resah lantaran selalu susah kalau berurusan dengan polisi.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane kepada okezone
beberapa waktu lalu menyatakan banyaknya persoalan yang merundung korps kepolisian tak lepas dari kurang optimalnya fungsi pengawasan oleh lembaga internal polisi yaitu propam dan eksternal yaitu DPR.

Ke depannya agar peristiwa serupa tak terulang perlu ada pengetatan pengawasan. Selain itu, juga diperlukan adanya perubahan pola pikir dari para petinggi Polri.

“Pimpinan di institusi polri juga harus bisa jadi teladan bagi bawahannya, bagaimana menjadi pemimpin yang baik, saat ini masih ada pemimpin di kepolisian seperti bos yang minta jatah ke anak buahnya,” ungkapnya.

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri saat menghadiri acara syukuran HUT Bhayangkara ke-64 di kampus PTIK menyatakan pihaknya welcome dengan berbagai macam kritik. “Apapun kritikannya, itu untuk kepentingan kita. Kita introspeksi,” ujarnya.

Kapolri yang segera memasuki masa pensiun tahun depan itu menegaskan, Polri tidak akan berhenti melakukan upaya perbaikan di berbagai lini dalam mewujudkan reformasi birokrasi di tubuh Polri dan menjalin kemitraan dengan masyarakat. “Kita harap ke depan lebih baik dan lebih sukses,” pungkasnya