Prediksi bahwa hari Rabu menjadi hari puncak mudik menjadi kenyataan. Tingkat kemacetan pada beberapa titik menjadi kendala pemudik sehingga jarak tempuh Jakarta-Yogyakarta yang normalnya sekitar 10 jam menjadi 21 jam.

Menurut laporan Isnu Hardoyo dari Gramedia Majalah, perjalanan mudik dari Jakarta menuju Yogyakarta harus ditempuh selama 21 jam dengan menggunakan mobil pribadi.

“Saya berangkat Rabu, pukul 10.30 WIB, masuk Yogyakarta Kamis, pukul 07.30 WIB. Ada beberapa titik kemacetan baik karena kepadatan arus kendaraan maupun akibat banjir di daerah Rawalo, setelah Wangon, yang menghambat perjalanan kami,” katanya, Kamis (9/9/2010).

Titik kemacetan pertama yang dialami rombongan ini sejak berangkat dari Jakarta pada pukul 10.30 WIB adalah menjelang pintu masuk Tol Sadang.

Kemacetan terus dialami sejak perempatan Sadang menuju arah Subang hingga Kadipaten. Di sini arus lalu lintas yang sangat padat akhirnya dialihkan ke Cikamurang.

Pengalihan arus lalu lintas ini diakibatkan terjadi kemacetan parah pada jalan menuju Cilageg hingga arah Jatiwangi.

Sebab, kemacetan lalu lintas juga tak tertanggulangi, pada pukul 19.30 WIB, rombongan mengalihkan perjalanan yang semula menuju Paliaman ke arah Majalengka-Cikijing-Kawali menuju Ciamis.

Jalur alternatif sepanjang 106 kilometer ini relatif lancar, kondisi jalan sepi, dan tidak terjadi konvoi kendaraan roda empat ataupun roda dua.

Namun, memasuki jalur ini pengemudi harus ekstra hati-hati karena jalanan diguyur hujan lebat. Pukul 02.00 WIB, sesampai di daerah Rawalo, sesudah Wangon, terjadi antrean panjang hingga perempatan buntu akibat banjir.

Untuk menghindari banjir, rombongan memutar lewat jalur alternatif bebas banjir dan kondisi aspal cukup mulus, yakni jalur Maos-Adipala-Jetis-Purbawangi-Gombong.

Menjelang waktu sahur, memasuki jalur Karanganyar-Kebumen-Kutoarjo-Purwokerto-Wates-Yogyakarta, arus lalu lintas lancar.

sumber : kompas.com

Jakarta-Yogyakarta Ditempuh 21 Jam