earthhhh

Lingkungan kian lama kan rusak. Manusia tak kehilangan akal untuk mempertahankan kelestarian lingkungan, bahkan dengan cara yang unik. Berikut ada 9 cara luar biasa upaya manusia membertahankan kelangsungan bumi.

1. Membuat kaca anti matahari buat bumi

Saat matahari bersinar terik, biasanya kita melindungi mata dengan kacamata hitam, atau menutupi kepala dengan topi. Metode yang sama terpikirkan oleh sejumlah ilmuwan untuk melindungi planet bumi dari panas berlebih matahari. Ide mereka adalah melingkupi permukaan bumi dengan cincin partikel penahan sinar matahari dengan menggunakan pesawat luar angkasa mikro yang mengorbit di garis katulistiwa. Cincin ini akan mengurangi radiasi sinar matahari yang menerpa bumi, sebagai penyebab pemanasan global. Ide ini akan memerlukan biaya mahal, sekitar troliunan dolar.

2. Memberi zat besi pada dasar laut

Ide dasarnya seperti ini, fotosintesis kecil pada plankton di laut menggunakan karbondioksida dari udara untuk membuat makanan. Ketika mereka mati, planton tenggelam di dasar laut membawa karbon itu bersamanya. Karena zat besi menstimulasi pertumbuhan pitoplankton, maka ilmuwan berpendapat bahwa bagian laut yang kaya akan zat besi akan menciptakan banyak plankton yang bisa menyerap ekses karbondioksida yang memancar ke atmosfer. Beberapa perusahaan sudah melakukan percobaan menumpuk zat besi ke laut, tapi para ilmuwan meragukan seberapa efektif cara itu. Para pemerhati lingkungan juga memperingatkan bahwa membuang zat besi ke laut membahayakan ekosistem.

3. Mencampur semua lautan

Pakar lingkungan dan futuris James Lovelock, pencipta hipotesa Gaia, belum lama ini melontarkan ide menggunakan pipa untuk menstimulasi percampuran lautan di dunia, sehingga bagian air laut yang kaya nutrisi akan muncul ke permukaan, memberi makan alga. Tanaman alga akan menghisap karbondioksida dari atmosfer, dan menenggelamkannya ke dasar laut saat sudah mati.

4. Mengisi udara dengan sulfur

Aeorosol jenis tertentu atau parrtikel kecil yang tertahan dalam udara diduga bisa mendinginkan atmosfer. Partikel ini menaham radiasi sinar matahari dan memancarkannya kembali ke angkasa. Efek pendinginan pada iklim bumi dapat terlihat setelah ledakan gunung berapi, yang menyebarkan berton-ton sulfur atau belerang ke atmosfer. Sejumlah ilmuwan berpendapat bahwa kita bisa membuat peristiwa serupa dengan menyuntikkan sulfur ke atmosfer untuk menangkis pemanasan global. Problemnya adalah, hal ini bisa memicu peningkatan hujan asam yang berbahaya.

5. ‘Memelihara’ cacing

Cacing cukup berguna untuk memangsa sampah yang berasal dari makanan, dan mengolahnya menjadi kompos. Kompos membantu penyuburan tanah, sehingga mudah menumbuhkan tanaman yang berguna dalam mengurangi pemanasan global.

6. Mengubah pola makan

Kalau kita bisa menguangi makan daging merah, maka bisa juga menekan emisi karbon dioksida, sekaligus juga mengurangi penderita obesitas. Jumlah energi yang diperlukan untuk memproses daging merah menjadi makanan berkontribusi 18% pada efek rumah kaca, mulai dari penggunaan penyubur ternak, energi transportasi, mengolah daging, memasak, dan sebagainya.

7. Mengubur karbon

Ilmuwan sudah lama berpikir untuk memerangkap gas karbon dioksida yang berlebih dan membuangnya ke suatu tempat, bisa jadi ke molekul air yang tersimpan di dalam tanah, celah barubara, atau dimanapun itu. Agar bisa dilakukan, karbon dioksida harus dipisahkan dulu dari tanaman pemancarnya, dikompres dan disuntuk ke dasar lubang dimana mereka akan disimpan dalam waktu sangat lama. Masalahnya adalah di biaya dan para pecinta lingkungan mengkhawatirkan efek dari penyimpanannya di dasar bumi.

8. Tinggal di dalam ’sampah’

Seorang insinyur asal University of Leeds, Inggris, menciptakan materi konstruksi pengolah sampah yang disebut “Bitublock”. Alat ini membuat sampah buangan tettap berada di atas lahan dan bisa dipakai membangun rumah. Bitublock memerlukan lebih sedikit energi untuk membuat balok. Ilmuwan lain menawarkan cata menggunakan limbah dari ternah seperti bulu ayam sebagai bahan pembuat plastik yang lebih ramah lingkungan daripada bahan saat ini.

9. Melarang tas plastik dan lampu pijar

San Francisco, China dan Australia sudah menjalankan pelarangan penggunaan tas plastik dan lampu pijar. Tas plastik terbukti tak bisa didaurulang di dalam tanah dan merusak ekosistem. Sedangkan lampu pijar konvensional dianggap boros energi, dan digantikan dengan lampu pijar hemat energi.

Diterjemhakan secara bebas dari LiveScience

Enhanced by Zemanta