Hipnotis adalah salah satu teknik yang membawa seseorang masuk ke dalam alam bawah sadar. Akhir-akhir ini hipnosis mulai dikembangkan untuk terapi berbagai gangguan psikologis ataupun fisik (baca : Hypnotherapy).

Hipnosis pada prinsipnya adalah positif, membantu orang mengatasi masalahnya dan menyelesaikan konflik-konflik tak sadarnya yang menimbulkan masalah bagi seseorang. Namun tak sedikit pula yang menggunakan hipnotis untuk melakukan kejahatan. Penipuan, atau memaksa kita membeli sebuah produk yang ternyata setelah sampai di rumah kita menyesal karena sesungguhnya kita tidak membutuhkan produk tersebut, tapi saat di mall tadi entah kenapa tiba-tiba membelinya. Ya benar, saat itu mungkin secara tidak sadar kita terhipnotis. Lalu bagaimana menghindari kejahatan dengan menggunakan media hipnotis? Berikut beberapa tips untuk menghindari kejahatan hipnotis:

  • Pastikan Critical Factor kita tertutup.

Dalam kondisi sadar saat ini, kita berada pada gelombang beta. Sedangkan dalam keadaan pra-sadar, kita berada pada gelombang alpha. Untuk masuk dari beta ke alpha, seseorang membutuhkan kondisi yang sangat rileks, penuh kosentrasi, lalu dengan mudah kita akan masuk ke alam bawah sadar. Critical Factor adalah sebuah gerbang yang menghubungkan antara alam sadar dan alam bawah sadar. Critical factor ini dapat terbuka saat kondisi kita sedang rileks, penuh konsentrasi, bingung, sangat emosional (marah, sedih), atau mendengarkan sesuatu dari orang yang kita percayai. So.., tutuplah critical factor kita dengan melakukan hal yang berkebalikan dari hal di atas ketika kita berada di area publik agar tidak mudah terhipnotis.

  • Jangan terlalu fokus/ konsentrasi pada suatu hal.

Salah satu hal yang dapat membuka critical factor kita adalah konsentrasi penuh. Sehingga, agar critical factor kita tidak terbuka berusahalah untuk tidak terlalu fokus ketika menyaksikan hal baru yang kita jumpai di luar. Bisa jadi kita sengaja dibuat terpukau pada sebuah pertunjukan atau aksi mereka, lalu secara tidak langsung kita terhipnotis untuk membeli produk mereka.

  • Selalu menganalisa.

Kita akan mudah terhipnotis oleh orang yang sangat kita percaya, dibandingkan dengan ketika kita berhadapan dengan orang baru yang tidak kita kenal. Saat kita percaya, kita akan dengan mudah menerima sugesti dari orang yang kita percaya. Oleh karenanya, agar tidak mudah terhipnotis maka selalulah menganalisa setiap hal yang dikatakan orang ke kita benar tidaknya, ilmiah atau tidak. Misalnya ada yang mempromosikan produk mereka bahwa kulit kita akan terlihat putih cemerlang dalam waktu 2 hari jika memakai krim produk mereka. Saking inginnya punya kulit yang cantik, kemudian kita beli saja sebab yang menawarkan produk itu seorang perempuan yang cantik dan berkulit putih. Jika mau menganalisa, coba ambil waktu sejenak untuk ambil nafas dan berfikir.

Mungkin tidak krim yang dijual dengan harga murah, dapat membuat kuliah sehat, padahal kulih kita sangat gelap sehingga tidak mungkin rasanya dapat putih dalam 2 hari. Ketika kita mulai ragu-ragu dan ada pikiran-pikiran jika itu “tidak mungkin” saat inilah daya analisa kita berjalan.

  • Jangan mudah percaya pada orang yang baru kita kenal.

Melengkapi hal di atas, bahwa kita akan mudah dihipnotis oleh orang yang sangat kita percaya. Seorang cewek cantik, berkulit putih yang berbicara tentang kecantikan akan lebih kita percaya daripada seorang nenek-nenek tua. Seorang cowok berbadan atletis berbicara tentang kesehatan, kebugaran tubuh atau alat fitnes, akan lebih kita dengarkan daripada seorang kakek yang gemuk sekali. So.., kita musti lebih hati-hati ketika ketemu orang baru jangan mudah percaya dengannya. Teruslah menganalisa benar tidaknya apa yang diucapkan, agar kita tidak mudah terbawa suasana yang dapat menyebabkan critical factor kita terbuka.

  • Tidak ada yang mudah di dunia ini.

Satu hal yang kita selalu tanamkan bahwa “tidak ada yang mudah atau gratis di dunia ini”. Sehingga kita tidak akan terpukau atau bingung kita ketika ada orang yang menawarkan barang seharga 5 juta rupiah cukup dibayar 500 ribu saja dan kita sudah bisa bawa pulang barangnya karena hari ini promosi. Pasti akan ada embel-embelnya setelah itu. Mungkin kita diminta membeli produk lain yang harganya lebih mahal, atau bentuk-bentuk yang lain. Kita dibuat bingung ini juga merupakan sebuah cara untuk membuka critical factor kita tadi, tujuannya agar kita lebih percaya dengan yang disampaikan.

So.., kesimpulannya agar tidak mudah terhipnotis jangan terlalu fokus pada suatu hal agar kita tetap áware dan selalulah menganalisa agar kita tidak mudah tertipu atau terbawa suasana. Semoga bermanfaat..

Referensi :

Putra, D E. (2010). Pelatihan “Hipnotis dan Hipnoterapi”. Deep Trance Institute of Hypnotherapy. Yogyakarta.

sumber : netsains.com