Baru-baru ini NASA melaporkan kondisi terakhir lapisan es di benua Antartika. Melalui citra satelit resolusi tinggi dan dikembangkannya perangkat lunak komputer terbaru memungkinkan para ilmuwan NASA membuat peta yang paling akurat seperti garis meliuk-liuk yang menandai lapisan tepi es di sebagian besar Antartika. Ini penting untuk menentukan tingkat kehilangan es di benua tersebut. Lapisan es Antartika adalah terbesar di dunia dan menampung lebih dari 60 persen pasokan air tawar di Bumi.

Data tersebut mengungkapkan kehilangan es di benua antartika yang cenderung mempunyai potensi berbahaya berdasarkan hampir semua perhitungan. Hilangnya es di Antartika bisa menyebabkan kenaikan permukaan air laut secara dramatis. Namun pertanyaannya adalah berapa banyak dan cepatnya es yang menghilang ?

Pada umumnya es Antartika mengalir dari tengah menuju tepi benua, mencelupkan ke laut sebelum mengangkat kembali dan mengambang. Titik di mana es memisahkan dari tanah disebut “garis dasar” (tepi terluar dari lapisan es). Bagi para ilmuwan, sebuah peta yang akurat dari garis dasar merupakan langkah pertama menuju perhitungan lengkap berapa banyak kehilangan es di benua Antartika karena perubahan yang paling signifikan dalam massa es mungkin terjadi di persimpangan laut dan lapisan es.

Sebelumnya peta benua selatan tidak memiliki rincian yang dibutuhkan untuk menghitung secara benar tingkat kehilangan es. Kadang-kadang pulau-pulau yang terlihat disalah artikan sebagai garis dasar

Sebuah tim di Goddard Space Flight Center di Greenbelt, Md, menyusun peta baru garis landasan Antartika selama delapan bulan, menghubungkan 3.500.000 poin geografis di seluruh benua dan mengungkapkan berkelok-keloknya tepi es sekitar 33.300 mil (53.600 kilometer ) . Proyek ini merupakan pencapaian tertinggi dalam menyambut the International Polar Year pada bulan Juni di Oslo, Norwegia.

Selanjutnya, para ilmuwan akan menggunakan data satelit tambahan untuk menentukan ketebalan lapisan es di dekat pinggiran Antartika. Dengan menggabungkan sekumpulan data maka ilmuwan dapat memprediksi dengan tingkat akurasi yang belum pernah terjadi sebelumnya yaitu seberapa cepat es Antartika menghilang.