Pria ini mengalami ejakulasi dini dan belum bisa menghamili istrinya. Penjual obat mengatakan spermanya encer, lalu memberinya obat. Ini adalah khas penipuan penjual obat, sebab tak ada kaitan antara ejakulasi dini dengan kesuburan. Dan tidak ada obat yang dapat mengatasi ejakulasi dini sekaligus ketidaksuburan.

“Umur saya 36, istri 33 tahun. Kami sudah menikah selama tiga tahun, tetapi istri belum hamil juga.  Sejak menikah, saya mengalami ejakulasi dini, cepat sekali keluar sperma kalau melakukan hubungan suami istri. Saya pernah membeli obat dan mendapat penjelasan bahwa sperma cepat keluar artinya sperma encer dan tidak subur, makanya istri tidak bisa hamil.

Saya sudah tiga bulan minum obat itu, tetapi istri belum hamil dan sperma tetap cepat keluar. Apakah kalau waktu berhubungan seksual, sperma tidak cepat keluar berarti tidak encer dan istri bisa hamil? Bagaimana caranya agar istri bisa hamil karena sudah cukup lama kami menikah?

Berapa kali sebaiknya melakukan hubungan suami istri agar cepat hamil? Selama ini kami melakukan hubungan tiga kali seminggu. Apa harus lebih sering?”

S.R., Malang

Salah Pengertian
Setelah membaca surat Anda, saya mendapatkan tiga kesalahan pengertian yang berkaitan dengan seks dan sperma. Pertama, tidak ada istilah sperma encer dalam dunia kedokteran. Jadi penjelasan yang Anda terima ketika membeli obat itu adalah tidak benar. Kedua, tidak ada kaitan antara ejakulasi yang cepat dengan tidak subur. Ketiga, mengonsumsi obat tanpa mengetahui jelas untuk apa adalah sebuah kebodohan.

Pria yang tidak mampu mengontrol ejakulasinya, sehingga selalu mengalami ejakulasi yang terlampau cepat, disebut ejakulasi dini. Gangguan ini tergolong gangguan fungsi seksual karena menimbulkan gangguan dalam hubungan seksual, baik bagi pria yang mengalaminya maupun pasangannya. Jadi tidak ada hubungannya dengan gangguan kesuburan.

Pria yang mengalami ejakulasi dini, mungkin saja spermanya normal, yang berarti kesuburannya normal pula. Sebaliknya, pria yang tidak mengalami ejakulasi dini, mungkin saja spermanya terganggu, sehingga kesuburannya juga terganggu. Jadi tidak ada hubungan sama sekali antara kesuburan dengan cepat tidaknya ejakulasi.

Dengan penjelasan ini saya harap Anda mengerti bahwa tidak mungkin ada obat yang sekaligus mengatasi ejakulasi dini dan memperbaiki kesuburan. Masalahnya, kedua gangguan itu ditimbulkan oleh penyebab yang berbeda. Jadi saya berani memastikan bahwa penjual obat itu adalah orang yang tidak mengerti apa yang dia lakukan, selain hanya ingin menjual dan mendapatkan keuntungan.

Dua Kali Seminggu Oke
Untuk mengetahui bagaimana keadaan kesuburan Anda, tentu sperma Anda harus diperiksa. Itu pun tidak cukup hanya dengan sekali periksa. Andai ada gangguan kesuburan, perlu diketahui apa penyebabnya. Selanjutnya barulah dapat diberikan pengobatan yang benar. Jadi tidak asal mengonsumsi obat, apalagi yang tidak jelas.

Di sisi lain, ejakulasi dini juga dapat diatasi dengan pengobatan untuk mengontrol ejakulasi. Jadi pengobatan ejakulasi dini sama sekali tidak ada kaitannya dengan memperbaiki kesuburan. Karena itu, sungguh menggelikan kalau obat yang Anda gunakan itu diinformasikan dapat mengatasi ejakulasi dini sekaligus memperbaiki kesuburan.

Tentu saja frekuensi hubungan seksual penting diperhatikan. Hubungan seksual harus berlangsung pada saat subur wanita agar kehamilan dapat terjadi. Hubungan seksual yang teratur dua kali seminggu dianggap baik untuk menghasilkan kehamilan. Alasannya, dengan frekuensi itu kualitas dan kuantitas sperma cukup optimal, dan pada suatu ketika akan berlangsung pada saat subur wanita. Tentu saja kalau tidak ada gangguan kesuburan dan sistem reproduksi pada kedua pihak.

Namun, kalau di pihak wanita ada gangguan kesuburan atau gangguan pada sistem reproduksi, akan terjadi hambatan kehamilan. Karena itu, istri Anda juga harus menjalani pemeriksaan untuk mengetahui bagaimana keadaan kesuburan dan sistem reproduksinya. @

Konsultasi dijawab Prof DR.dr. Wimpie Pangkahila Sp.And

sumber : http://kesehatan.kompas.com/