Indeks harga saham di sebagian besar bursa Asia menguat di akhir perdagangan Selasa, 20 Juli 2010. Penguatan saham tetap terjadi meski sejumlah laporan penerimaan korporat di Amerika Serikat (AS) mengecewakan.

Kenaikan dipicu oleh lonjakan saham-saham China yang hari ini sudah memasuki hari kedua. Indeks Gabungan Shanghai (China) menguat 2,2 persen menjadi 2.528,59. Kemarin, saham Shanghai menguat di tengah harapan bahwa pemerintah China akan meringankan kebijakan-kebijakan ketat mereka setelah pertumbuhan ekonomi kuartal kedua melemah.

Indeks Kospi (Korea Selatan) menguat 0,3 persen menjadi 1.736,77 dan indeks S&P/ASX 200 (Australia) menguat 1 persen menjadi 4.403,60. Indeks Hang Seng (Hong Kong) menguat 1,4 persen menjadi 20.365,70, dan pasar di Taiwan, Singapura, dan Thailand juga menguat.

Namun di Jepang, indeks Nikkei 225 merosot 107,90 poin (1,2 persen) menjadi 9.300,46 karena investor saham Jepang kembali ke lantai bursa setelah tiga hari libur dan menghadapi penurunan saham di pasar Asia kemarin.

Beberapa analis mengatakan, timbul optimisme terhadap kemungkinan nilai yuan menguat dengan kebijakan pemerintah China yang lebih fleksibel. Kebijakan-kebijakan tersebut akan mendongrak sektor seperti perumahan dan penerbangan.

Sementara itu, harga minyak mentah untuk pengiriman Agustus naik 41 sen menjadi US$76,95 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Kemarin, harga minyak menguat 53 sen menjadi US$76,54 per barel. (Associated Press)

• VIVAnews