Harga minyak berada di posisi  US$75,88 per barel di Asia, Senin, 19 Juli 2010, setelah melemah menyusul anjloknya pasar saham global. Harga minyak mentah untuk pengiriman Agustus turun 13 sen menjadi US$75,88 per barel saat tengah hari waktu Singapura dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange.

Jumat pekan lalu, harga minyak turun 61 sen menjadi US$76,01 per barel. Sementara itu, harga minyak Brent hari ini turun 3 sen menjadi US$75,34 per barel di bursa London.

Selama satu pekan lalu, harga minyak berfluktuasi di kisaran US$70-an per barel karena investor menantikan hasil penerimaan korporat di Amerika Serikat (AS) untuk kuartal kedua untuk mengetahui kekuatan ekonomi global.

Pekan ini, sejumlah perusahaan besar yang akan merilis laporan penerimaan mereka antara lain International Business Machines Corp. hari Senin ini, disusul oleh Goldman Sachs Group Inc. pada Selasa besok. Berikutnya adalah Coca-Cola Co., Amazon.com Inc. dan Microsoft Corp.

Indeks saham industri Dow Jones anjlok 2,5 persen pada Jumat pekan lalu menyusul data mengecewakan penjualan ritel di AS, perumahan, dan manufaktur. Sebagian besar saham Asia hari ini merosot. Padahal, pialang minyak menjadikan pasar saham sebagai petunjuk mengenai sentimen investor secara keseluruhan. (Associated Press)