Bola Jo’Bulani yang digunakan pada pertandingan Belanda versus Spanyol di final Piala Dunia 2010, akhirnya laku dilelang seharga 48.000 ribu poundsterling atau Rp 663 juta.

Hasil pelelangan ini akan disumbangkan kepada yayasan 46664 milik mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela, untuk keperluan pendidikan dan pencegahan HIV/AIDS di Afsel.

“Ketertarikan (terhadap Jabulani) sepertinya tinggi karena kontroversi yang terjadi di Piala Dunia 2010, dan juga karena digunakan di ajang hebat,” kata  juru bicara Ruth Szyszkowski.

Pada pertandingan yang dimenangkan Spanyol 1-0 itu, kedua tim tidak menggunakan Jabulani, melainkan Jo’Bulani. Secara teknologi tak ada yang membedakan kedua jenis bola tersebut. Yang membedakannya hanyalah nama dan desain warna emas yang lebih mendominasi bola produsen Adidas.

Sementara desain warna emas yang mendominasi bola Jo’Bulani juga untuk mengidentifikasi Kota Johannesburg, yang mempunyai julukan “City of Gold” alias Kota Emas.