L-Men mengenalkan 12 Grand Finalist untuk berkompetisi di ajang pemilihan Grand Final L-Men of The Year 2010. Memasuki tahun ke-7, L-Men mengambil tema Transformation, mengandung pesan bahwa pola hidup sehat sangat bisa dijalankan. Para lelaki yang memiliki perutsixpack ini akan memperebutkan gelar L-Men of the Year 2010 pada Minggu (18/7/2010).

Setelah sebelumnya Anda menyimak empat finalis pertama, berikut adalah empat finalis kedua:

5. Johan (Jawa Tengah) – Karyawan Bank
Tanggal Lahir: 23 Januari 1985
Hobi: Fitness, futsal, main band
Tinggi/berat: 180/70

Jadwal Latihan:
* Senin – bicep, dada
* Selasa – kaki
* Kamis – back, tricep
* Jumat – semua

Di tengah kesibukannya sebagai seorang karyawan sebuah bank, Johan juga aktif menekuni dunia modeling. Salah satu pengalaman uniknya, ketika dia mendapatkan kesempatan berakting dalam video klip sebuah band beraliran pop dan rock. Job-nya yang satu ini pernah membuat dia ditampar habis-habisan hingga memar oleh lawan mainnya yang berakting sambil menangis.

Selain itu, pria yang pandai bermain gitar ini, juga sudah malang-melintang di panggung catwalk di Jawa Tengah. Namun berat badannya yang hanya 64 kg, terkadang menjadi penghalang untuk karier modeling-nya. Untuk itulah mantan anak band ini memulai aktivitas fitnes. Berkat L-Men Platinum dan L-Men Gain Mass dia berhasil menambah massa ototnya hingga 70 kg.

6. Luke, (Jawa Barat 1) – Atlet basket
Tanggal Lahir: 29 Maret 1988
Hobi: Basket, gym
Tinggi/berat: 187/ 85

Jadwal Latihan :
* Senin – dada, bicep, abs, cardio
* Selasa – bahu, abs, tricep, cardio
* Rabu – dada, bicep, abs, cardio
* Kamis – back, triceps, abs
* Jumat – dada, bicep, abs, cardio

Pria asal Bandung ini pernah mencoba keberuntungannya di audisi L-Men of the Year 2009, namun saat itu dia kalah bersaing dengan peserta lain. Di tahun 2010 ini, persiapan fisiknya makin dimantapkan dengan menjalankan pola hidup sehat bersama L-Men, hingga akhirnya terpilih sebagai pemenang audisi Bandung.

Pria yang memiliki hobi basket streetball ini, dulu sempat memiliki gaya hidup yang tidak sehat, yaitu menjadi perokok berat dan suka minuman keras. Namun, dia sadar bahwa dia tidak ingin staminanya terkuras karena rokok saat main basket dan fitnes. Sudah 2 tahun dia meninggalkan gaya hidupnya yang lama itu, dan kini hidupnya berbalik 180 derajat. Inilah yang memotivasi dirinya menjadi ikon L-Men, agar dapat memberikan contoh bagi generasi muda lainnya yang terjebak dalam gaya hidup tidak sehat.

Dengan posturnya yang tinggi dan keahliannya melakukan slam dunk, dia berperan sebagai center dalam timnya. Hasilnya, penggemar berat Kobe Bryant ini, pernah meraih gelar Basketball All-Star di Bandung tahun 2009

7. Thomas (Jawa Barat 2) – Operational Manager
Tanggal Lahir: 3 Januari 1985
Hobi: Main musik dan bilyar
Tinggi/berat: 181/ 74

Jadwal Latihan:
Seminggu 4 kali

Tepat di usia 12 tahun, Thomas mulai menekuni piano. Talenta musikal yang dia miliki juga dikembangkan dengan bermain berbagai alat musik lainnya, seperti drum, gitar, bahkan sampai alat musik tiup dengan tingkat kesulitan tinggi, yaitu saksofon. Dia mengaku paling senang dan enjoy dengan aliran musik jazz, maka tak heran bila musisi Bubi Chen menjadi panutannya dalam bermusik.

Setelah lulus dari jurusan manajemen, pria kelahiran Bandung ini menerapkan ilmunya dengan menjadi operational manager di sebuah perusahaan tekstil. Selain itu, untuk menyalurkan bakatnya, dia juga menjadi guru musik privat, dan sering tampil di berbagai panggung dan acara musik.

Menjadi Grand Finalist L-Men of the Year 2010 tak pernah dia sangka sebelumnya, bagaimana tidak, dulu beratnya mencapai 98 kg. Dengan rutin berlatih dan mengonsumsi L-Men Lose Weight, dia berhasil melakukan transformasi pada penampilannya dan siap menginspirasi orang banyak.

8. Sonny (Riau) – Personal Trainer
Tanggal Lahir: 9 Desember 1988
Hobi: fitness, jalan-jalan
Tinggi/berat: 178/ 69

Jadwal Latihan:
* Senin – bahu, back. Sore – bicep, perut
* Selasa – dada, tricep, perut
* Rabu – paha, betis
* Selanjutnya, kembali seperti hari Senin

Pria yang sedang menempuh studi hukum semester delapan ini dulunya kerap diejek karena memiliki tubuh kurus, bahkan sering sakit-sakitan. Berkat seorang saudaranya yang sudah lama dia tidak temui, mulai tahun 2006, ia memutuskan untuk aktif fitnes. Saat masih duduk di bangku sekolah, ia sudah punya obsesi berkompetisi di ajang tahunan L-Men of the Year, sampai-sampai ia menamai setiap buku pelajaran dengan nama “Sonny L-Men” dan siapa sangka nama itu benar dia sandang!

Walau usianya terbilang muda, dia juga sudah mendapatkan penghasilan tambahan dengan aktif menjadi personal trainer. Pria asal Pekanbaru yang bercita-cita menjadi pengacara ini, juga memiliki keinginan yang kuat menjadi seorang entertainer. Untuk membuktikan mimpinya ini, dia pun tidak tanggung-tanggung untuk mengambil cuti kuliah demi berkompetisi dalam L-Men of the Year 2010 dan berharap menjadi ikon L-Men berikutnya.