L-Men mengenalkan 12 Grand Finalist untuk berkompetisi di ajang pemilihan Grand Final L-Men of The Year 2010. Memasuki tahun ke-7, L-Men mengambil tema Transformation, mengandung pesan bahwa pola hidup sehat sangat bisa dijalankan. Para lelaki yang memiliki perut six pack ini akan memperebutkan gelar L-Men of the Year 2010 pada Minggu (18/7/2010).

“Tubuh six pack menjadi bonus dari perilaku hidup sehat yang diterapkan para finalis ini. Pesan utamanya adalah perilaku disiplin, rutin olahraga, dan menjalani pola hidup sehat secara konsisten,” papar Christian Widi Nugraha, L-Men Brand Manager saat konferensi pers L-Men of the Year 2010 di Black Streer Restaurant, fX Building, Jakarta, Kamis (15/7/2010).

Para nominator yang bermodalkan proposal resolusi hidup sehat terpilih dari audisi di 14 kota. Nantinya, pria yang terpilih sebagai juara akan diikutsertakan ke ajang internasional, Mister International 2010 yang akan diadakan di Indonesia. Berikut adalah empat finalis pertama:

1. Dheka (Jawa Timur 1) – Art Director
Tanggal Lahir: 24 Mei 1989
Hobi: music jazz, gym, design grafis
Tinggi/berat: 173/ 62

Jadwal Latihan:
* Senin – dada, perut, bicep
* Selasa – bahu, trapesius, tricep, perut
* Kamis – back, tricep, abs
* Jumat – dada, perut, bicep
* Sabtu – weight training di rumah

Seniman. Satu profesi yang dapat dipakai untuk menggambarkan seorang Dheka yang sehari-harinya menghasilkan bermacam desain interior. Hobi sekaligus profesi lain yang dia jalani adalah bermain musik, terutama bass. Sejak SMU, dia sudah menjadi seorang bassis bahkan pernah menyabet 1st runner-up best bassist contest se-Jawa Timur. Aliran musik yang menjadi pilihannya adalah jazz. Bersama bandnya yang beraliran jazz ini, Dheka telah berhasil masuk dapur rekaman musik indie.

Namun perjalanannya menuju kesuksesan selalu diwarnai dengan pengalaman diremehkan, hanya karena dia memilih untuk menunda melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Tuduhan “tidak kuliah, tidak sukses” dapat ditampiknya. Berbekal ilmu multimedia dari sebuah lembaga pendidikan dan semangat networking, kini dia berhasil membuktikan usaha kerasnya melalui karier cemerlangnya. Target berikut dari pria yang pernah kurus ini adalah menjadi ikon L-Men.

2. Fredy (DKI Jakarta) – Mahasiswa Bioteknologi
Tanggal Lahir: 10 Februari 1989
Hobi: Olahraga, ilmu alam (science)
Tinggi/berat: 173 / 65

Jadwal Latihan:
* Senin – Dada, tricep, abs
* Selasa – Punggung, abs, bicep, kaki
* Rabu – Bahu, abs, tricep
* Kamis – Kardio

Science is his passion. Ilmu alam mungkin terdengar membosankan dan rumit, namun tidak untuk seorang Fredy! Ketertarikannya dengan dunia science bermula dengan memilih jurusan studi yang terbilang baru, Bioteknologi. Ketertarikan terhadap ilmu alam ini juga dibuktikannya dengan menjadi asisten laboratorium Bioteknologi Tanaman.

Walau banyak menghabiskan waktu di dunia science, pria yang berhasil lolos di 12 besar Audisi L-Men of the Year 2010 Jakarta ini tak lupa untuk tetap menjaga penampilan melalui latihan keras dan mengonsumsi L-Men Platinum. Pernah punya pengalaman memiliki tubuh kurus dengan berat 55 kg pada dua tahun lalu, kini dia telah berhasil mentransformasi penampilannya dengan meningkatkan bobotnya hingga 65 kg.

3. Rio (D.I Yogyakarta) – Bartender
Tanggal Lahir: 24 Juni 1982
Hobi: Beladiri, gym
Tinggi/berat: 177 / 70

Jadwal Latihan:
* Senin – dada, tricep, abs
* Selasa – punggung, abs, bicep
* Rabu – bahu, kaki, perut
* Kamis – dada, tricep, abs
* Jumat – punggung, abs, bicep
* Sabtu – bahu, kaki, perut

Banyak usaha yang ia lakukan untuk menjadi seorang pemenang L-Men of the Year yang membanggakan. Puncaknya adalah pada tahun 2008, bartender kapal pesiar Amerika ini terpaksa harus mengundurkan diri dari Grand Final L-Men of the Year 2008 karena tuntutan pekerjaan untuk berangkat ke Eropa.

Dengan dukungan keluarga dan motivasi dari dalam diri sendiri, pria yang gemar memancing ini akhirnya mempersiapkan diri selama dua bulan untuk kembali ke arena L-Men of the Year 2010. Sejak itu, mitos “kesempatan tidak datang dua kali” dipatahkannya!

Dalam perjalanan kariernya sebagai bartender, Rio telah merasakan suasana bekerja di Eropa, Amerika, dan sampai ke Karibia Selatan. Tak heran bila ia cukup fasih berbahasa Italia, yang juga merupakan negara favoritnya selain Spanyol. Prestasi lainnya, dia juga pernah menjadi wakil D.I Yogyakarta dan memenangkan medali perunggu di Pekan Olahraga Nasional tahun 2000 dalam olahraga tarung derajat.

4. Adzam (Jawa Timur 2) – Mahasiswa Manajemen
Tanggal Lahir: 5 Mei 1989
Hobi: gym, baca buku, modeling
Tinggi/berat: 177/ 69

Jadwal Latihan:
* Senin – bicep, chest
* Selasa – shoulder, abs
* Rabu – back, triceps
* Kamis – bicep, chest
* Jumat – shoulder, abs

Olahraga memang merupakan hobi mahasiswa jurusan manajemen di sebuah universitas di Malang ini. Selain hobi main futsal, Adzam juga memenangi beberapa kejuaraan taekwondo, antara lain medali perak dalam kejuaraan pra-junior se-Jawa-Bali, dan medali perunggu dalam kejuaraan nasional.

Namun hingga satu setengah tahun lalu, olahraga hanya menjadi kegiatan selingan untuk Motivasinya berubah setelah nonton acara Grand Final of L-Men of the Year 2007 di TV. Sejak itu Adzam bertekad untuk latihan secara rutin, apalagi ketika salah seorang temannya dari kampus memenangi L-Men of the Year 2009. Ia terpacu untuk meraih gelar yang sama.

Jika Adzam terlihat begitu luwes melenggang di atas panggung, jangan heran. Anak kedua dari tiga bersaudara ini hingga sekarang masih aktif sebagai model di Jawa Timur, dan pernah meraih gelar “The Best Catwalk” dalam sebuah kompetisi modeling.