Korea Selatan telah mengembangkan sebuah rudal jelajah yang mampu menghantam tempat-tempat nuklir atau militer di Korea Utara, menurut laporan, Sabtu (17/7/2010).

“Badan Pengembangan Pertahanan Korsel telah mulai membuat rudal darat-ke-darat Hyunmu-3C dengan jarak mencapai 1.500 Km itu,” kata pejabat pertahanan yang tak disebutkan namanya seperti dikutip oleh kantor berita Yonhap.

Rudal Hyunmu-3C juga akan mampu mencapai bagian-bagian China, Jepang dan Rusia. Versi Hyunmu sebelumnya mempunyai jarak tembak hanya 1.000 Km. Namun, belum ada penjelasan resmi terhadap berita tersebut.

Berdasar satu perjanjian dengan Amerika Serikat, yang menempatkan 28.000 tentara di negara itu dan memberi jaminan payung nuklir jika terjadi perang, Seoul membatasi jarak rudal balistiknya hingga maksimal 300 Km.

Tapi negara itu telah diizinkan untuk memperpanjang jarak jelajah rudalnya, sepanjang muatannya tetap di bawah 500 Kg (1.100 pon).

Korea Selatan telah mempercepat pesenjataan jarak jauhnya untuk menghadapi ancaman dari ratusan rudal balistik Korea Utara.

Utara memiliki sekitar 600 rudal Scud yang mampu menghantam sasaran-sasaran di Korea Selatan, dan mungkin juga mencapai wilayah Jepang dalam beberapa kasus.

Ada 200 rudal Rodong-1 lain yang dapat mencapai Tokyo. Selain itu, Utara telah tiga kali melakukan uji coba peluncuran rudal antarbenua Taepodong.