Kehadiran Android sebagai sistem operasi pada ponsel terbilang masih baru di Indonesia. Namun, penggunanya kini semakin berkembang secara cepat. Hal ini dikarenakan sifatnya open source.

Hal tersebut dikemukakan pendiri Komunitas ID Android, Agus Hamonangan, Sabtu (17/7/2010), saat melakukan Gathering ID Android pada acara Indonesia Cellular Show (ICS) 2010 di Senayan, Jakarta.

“Saya lihat akan penggunaan Android akan terus menanajak dan cepat. Terbukti dari aplikasi yang ada sekarang mencapai 100 ribu aplikasi. Ini perkembangan yang sangat cepat,” ujarnya.

Android merupakan sistem operasi pada ponsel yang bersifat terbuka dimana para pengguna bisa menciptakan aplikasi sendiri yang diinginkan. Android mulai dirilis pada 5 November 2007 dengan didukung perusahaan-perusahan besar seperti Google.

“Di Indonesia sendiri Android baru masuk pada 2009 tapi sempat mati suri. Baru kemudian pada Februari 2010 sempat menanjak lagi sejak Indosat mulai support Android,” ujar Agus kepada Kompas.com.

Potensi Android untuk berkembang juga bisa dilihat dari produsen ponsel lokal yang mulai menggunakan Android sebagai sistem operasinya seperi Ti-Phone, Skybee, dan Nexian. Produsen ponsel besar pun mulai melihat peluang yang menjanjikan dari Android ini sebut saja Sony Ericsson dan Motorola.

Kehadiran-kehadiran ponsel berbasis Android tersebut dinilai mampu untuk mensosialisasikan kehadiran Android di tengah masyarakat. Peluang lainnya, menurut Agus, memang lebih kepada sifat Android yangopen source dimana aplikasi dapat terus diciptakan sesuai keinginan pengguna. “Jadi tidak akan pernah mati karena aplikasinya akan terus berkembang,” ujar Agus.

Saat ini, versi Android terakhir yang ada yakni Android 2.2 (froyo). “Ke depannya saya lihat versi Android akan semakin mudah digunakan tidak perlu lagi untuk nge-Root kalau mau buka-buka sistem operasinya,” tandas Agus.