Sebagai pegawai kantoran, Anda tentu sering jajan makanan-makanan yang tidak sehat, terutama ketika lembur. Pada malam hari, makanan rumahan umumnya sudah tidak tersedia di sekitar kantor. Akhirnya Anda terpaksa makan seadanya, yang jenisnya hanya seputar siomay, mie instan, nasi goreng, dan lain-lain. Apa akibatnya bila kita terus-menerus mengonsumsi makanan seperti itu?

Menurut dr R. Soetomo Slamet Iman Santoso, ahli penyakit dalam, sebenarnya bila Anda sadar ada yang salah dengan pilihan makanan tersebut, artinya makanan tersebut memang tidak layak dikonsumsi terlalu sering. Dan, bila Anda sudah tahu bahwa makanan tersebut tidak sehat, hentikan saja kebiasaan jajan di luar malam hari.

Yang dapat membuat masalah adalah bila Anda memakan makanan tidak sehat yang banyak mengandung pengawet, zat warna, atau bahkan hampir basi. Ini yang dapat membuat masalah pada saluran pencernaan. Pengawet dan pewarna itu tidak diperlukan tubuh. Karena itu makanan ini hanya dimetabolisasi di hati, kemudian dialirkan ke darah, lalu ke ginjal, baru dikeluarkan lagi. Atau langsung dibuang sebagai tinja.

Jadi adanya zat-zat tersebut hanya akan membebani organ-organ di dalam tubuh. Rasa kenyang yang timbul hanya berupa rasa terganjal makanan, tetapi sarinya hanya sedikit. Apakah makanan-makanan tersebut dapat memicu kanker usus, belum ada penyelidikan yang pasti. Namun secara teori apabila satu organ tubuh (misalnya usus) seringkali dirangsang oleh zat-zat yang tidak berguna (misalnya zat pengawet), usus tersebut akan memberikan reaksi. Bisa dalam bentuk ringan seperti diare, bisa kejang perut, dan yang terberat radang usus. Radang usus ini bila tidak cepat diketahui, berpotensi menimbulkan kanker usus.

Jadi, hubungan secara langsung belum 100 persen dipublikasikan. Dari logika bisa dimengerti, bahwa jika organ kita dipaksa untuk mengerjakan hal-hal yang tidak perlu (misalnya menyerap zat warna), organ tubuh tersebut akan memberikan reaksi yang tidak baik terhadap tubuh.

Paling baik, apabila Anda harus bekerja sampai malam hari, bawalah makanan dari rumah, atau setidak-tidaknya buah-buahan seperti pisang atau mangga. Bisa juga mengonsumsi menu sarapan, seperti oatmeal, roti gandum, sereal, atau crackers. Tambahkan susu rendah lemak sebagai pelengkap. Itu lebih aman daripada jajan di luar.