Bahan makanan mana yang masuk ke dalam daftar sehat pasti kita sudah hafal di luar kepala. Ikan salmon, kacang-kacangan, yoghurt, sayuran hijau. Bahkan, semuanya sudah tersimpan di dalam kulkas. Namun, menurut Elizabeth Somer, RD, ahli gizi yang menulis buku 10 Habits That Mess Up a Woman’s Diet, kunci makan sehat bukan hanya terletak pada jenisnya, melainkan juga di porsi dan cara memasaknya. Jangan sampai makanan yang seharusnya baik untuk tubuh malah berbalik membahayakan kesehatan karena kita menerapkan aturan yang salah.

Untuk alpukat, buah yang paling enak dibuat jus dan campuran es campur ini, misalnya. Tekstur alpukat yang lunak seperti mentega menyatakan bahwa buah ini tinggi kandungan lemaknya. Namun, jangan khawatir. Lemak alpukat tergolong lemak baik (monounsaturated fatty acid/MUFA) yang sarat antioksidan dan dapat menurunkan kadar lemak jenuh di dalam tubuh.

Penelitian Ohio State University membuktikan, alpukat yang disantap bersama salad dan saus salsa akan membantu penyerapan karetonoid. Karetonoid adalah senyawa yang ada di dalam bahan makanan dan berguna untuk menurunkan risiko sakit jantung dan age-related macular disease (AMD/gangguan penglihatan karena usia), penyebab utama kebutaan pada banyak lansia.

Selain itu, alpukat juga mengandung nutrisi-nutrisi lain, seperti serat larut air, vitamin E, asam folat, dan potasium, demikian kata Somer.

Karena alpukat berlemak dan berkalori cukup tinggi, jangan coba-coba mengonsumsinya bersamaan dengan keju dan mayones. Pasalnya, keju dan mayones berlemak jenuh dan juga berkalori tinggi. Jika ketiganya disatukan, itu sama artinya dengan membiarkan berat badan melambung.