Pemerintah akan membagi rata beban kenaikan tarif dasar listrik (TDL) bagi industri begitu penghitungan kembali komponen tarif diselesaikan setelah rapat antarpara menteri di bawah koordinasi Menko Perekonomian, Rabu (14/7/2010). “Kita ingin bagi beban yang obyektif sama-sama,” tutur Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh di sela rapat.

Berdasarkan penghitungan ulang sementara, Darwin menemukan perbedaan beban kenaikan TDL bagi industri. Menurutnya, ada industri yang mengalami kenaikan tarif tagihan hingga 30-50 persen. Di sisi lain, ada yang turun hingga 10 persen. Padahal, kenaikan rata-rata tarif yang digembar-gemborkan pemerintah hanya sekitar 10 persen dengan kenaikan maksimal untuk industri sekitar 15 persen. Namun, Darwin masih enggan memprediksikan kemungkinan perubahan tarif dasar bagi industri lainnya demi pembagian merata.

“Itu yang kita tunggu tanggal mainnya karena kebutuhan dan masukan pengusaha itu kami yakin memiliki semangat positif yang kita lagi telaah karena pengusaha pun setuju pemerintah menaikkan TDL,” katanya.

Pemerintah melakukan peninjauan dan penghitungan ulang, khususnya kepada pelanggan-pelanggan yang mengalami kenaikan 30-50 persen dalam realisasinya menyusul protes kalangan industri pekan lalu. Darwin mengakui adanya mispersepsi yang harus diluruskan melalui penghitungan ulang ini yang ruang geraknya ada dalam keputusan Menteri ESDM dan PLN.

“Pemerintah akan melihat secara obyektif di bagian mana kok bisa ada miskalkulasi semacam ini. Ruang geraknya itu ada di area di wilayah keputusan Menteri ESDM dan PLN,” tandasnya.

Darwin juga masih enggan menyebutkan industri mana saja yang mengalami kenaikan signifikan dan turut dijadikan obyek dalam penghitungan. Menurutnya, pemerintah harus berhati-hati karena tidak ingin salah bicara.