Munas VII HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) resmi dibuka oleh Menteri Pertanian Suswono dan Dewan Pimpinan Nasional HKTI Prabowo Subianto di Inna Grand Bali Beach, Sanur Bali, Selasa. 13 Juli 2010.

Munas organisasi petani dengan basis massa berskala besar ini diikuti oleh sekitar 600 peserta dari 33 provinsi dan 423 kabupaten dan kota. Tema yang diusung adalah “HKTI Membangun Kedaulatan Pangan dan Pertanian Untuk Kemakmuran Petani.”

Tampak hadir di arena Munas, sejumlah calon ketua umum HKTI untuk periode berikutnya, 2010-2015. Mereka adalah: Prabowo sendiri yang akan mencalonkan diri lagi, Oesman Sapta, dan Jafar Hafsah (calon dari Partai Demokrat). Titiek Soeharto, meski telah mendeklarasikan pencalonannya, tidak terlihat hadir. Meski demikian spanduk dan baliho dari kubu Titiek Soeharto sudah terpampang di sepanjang jalan By Pass Ngurah Rai, Sanur.

“Alhamdulillah, HKTI sekarang menjadi populer, sehingga banyak yang ingin bergabung di HKTI, banyak yang ingin masuk HKTI,” kata Prabowo sebagai Ketua Umum HKTI dalam sambutan pembukaan Munas.

Dalam pidatonya, Prabowo secara khusus menekankan tentang perlu adanya perubahan pemikiran pada kaum elit Indonesia. Ia menyatakan tidak semua yang datang dari Barat cocok untuk Indonesia.

“Lima tahun lalu, menguatnya faham kapitalisme ternyata menimbulkan kerugian bagi para petani. Ini perjuangan kita. Apabila para pemimpin kita menyimpang, tugas kita HKTI mengingatkan kepada mereka,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengembalikan mandat ketua umum kepada peserta Munas. “Berakhirnya masa penugasan sebagai ketua umum, maka tibalah pada waktunya saya mengembalikan mandat kepada Saudara-saudara semua,” katanya.

Di sela-sela pidatonya terdengar sejumlah teriakan celetukan, “Lanjutkan!” Mendengarnya, Prabowo pun menyahut, “Kalau lanjutkan, itu Partai Demokrat.”

sumber : vivanews