Setelah hampir satu bulan penuh memakai Jabulani sebagai bola resmi pertandingan Piala Dunia 2010, kini giliran Jo’Bulani yang akan “turun lapangan” untuk digunakan khusus di babak final, Minggu (11/7/2010).

Kabar ini disampaikan di rilis resmi Adidas, selaku produsen Jabulani dan Jo’Bulani, yang diterima Kompas.com. Secara teknologi, tak ada yang membedakan antara kedua “kakak-beradik” ini. Yang beda hanyalah nama dan desain warna emas yang kini lebih mendominasi bola.

Menurut Adidas, pemberian nama Jo’Bulani pada bola khusus final ini merujuk pada kota penyelenggaraan final Piala Dunia 2010 yang akan berlangsung di Johannesburg.

Sementara desain warna emas yang mendominasi bola Jo’Bulani juga untuk mengidentikkan kota Johannesburg, yang mempunyai julukan “City of Gold” alias Kota Emas.

Kedua negara finalis, Belanda dan Spanyol, dilaporkan telah menerima masing-masing 30 buah bola Jo’Bulani untuk dipakai berlatih sejak kemarin. Selain dilengkapi dengan nama negara finalis, Jo’Bulani juga dihiasi nama venue, stadion, dan tanggal final Piala Dunia 2010.