Bek Portugal, Ricardo Carvalho, menyebut lini depan pasukannya sebagai biang kekalahan timnya 0-1 dari Spanyol, di babak 16 besar, Selasa (29/6/2010). Menurutnya, dengan pemain-pemain sekaliber Cristiano Ronaldo, Portugal seharusnya tampil lebih agresif dan bukannya mengandalkan serangan balik.

Di Piala Dunia ini Portugal bermain empat kali, tiga di penyisihan grup dan satu di babak 16 besar. Dari semua laga itu, Portugal cuma mampu mencetak gol ke gawang Korea Utara (Korut).

Meski mereka berpesta tujuh gol tanpa balas ke gawang Korut, lini depan Portugal tak bisa disebut konsisten. Setidaknya bila dibandingkan barisan belakang, di mana Carvalho bertugas, yang cuma kecolongan satu gol Spanyol itu.

Carvalho pun mengaku merasa kerja kerasnya selama ini sia-sia karena ia berharap dengan benteng yang kokoh, barisan depan Portugal akan bermain lebih percaya diri. Sayangnya, bukan itu yang terjadi.

“Kami bertahan dengan baik. Namun, Anda harus menciptakan peluang lebih banyak untuk mencetak gol. Kami hanya memainkan serangan balik dan aku pikir, Anda harus bekerja lebih keras untuk memenangi pertandingan seperti ini,” ungkap Carvalho.

“Setiap orang ingin bekerja lebih baik. Namun, faktanya adalah kami kehilangan bola begitu cepat dan itu sulit karena Spanyol punya penguasaan bola lebih baik dan lebih berbahaya.”

“Tentu, kami punya satu atau dua peluang dan bila Anda mencetak gol, itu akan berbeda. Namun, pada akhirnya, kami seharusnya bermain lebih menyerang untuk memenangi pertandingan.”

“Kami bertahan dengan baik dan tidak menciptakan banyak peluang, sekalipun kami punya pemain-pemain top untuk melakukannya,” terangnya.

sumber : http://bola.kompas.com/