Seorang pembaca berita di televisi Al Aqsa, saluran televise milik Hamas yang mengalami pembungkaman oleh Perancis karena beberapa sebab yang terkait dunia politik, khusunya terkait dengan kejahatan Israel. (Foto: Al Aqsa)

Saluran Satelit Al-Aqsa telah mengumukan bahwa mereka akan berhenti menyiarkan melalui satelit Perancis Noorsat setelah gagal dalam negosiasi dengan pemerintah Perancis.

Samir Mohsen, direktur program di Al-Aqsa, mengatakan kepada orang yang berkasa bahwa saluran tersebut akan berlanjut mengudara melalui satelit Arabsat.

Ia mengatakan bahwa persetujuan tersebut dicapai dengan sejumlah para ahli legal untuk menindaklanjuti pembicaraan dengan pemerintah Perancis, yang memberikan sanksi memotong chanel tersebut dengan dalih bahwa chanel tersebut mlanggar hukum-hukum Perancis dengan “membangkitkan kebencian”.

Biro media pemerintah Palestina di Gaza pada pernyataannya “merasa takut” bahwa keputusan Perancis beralasan politik dan tidak ada hubungannya dengan profesionalisme.

Biro tersebut mengatakan bahwa keputusan tersebut merugikan Perancis lebih dari partai yang lainnya, menuduh bahwa sama dengan mengekang kebebasan media dan membungkam media chanel yang membela masalah-masalah nasional.

Biro tersebut mendesak Mesir untuk memandu Al-Aqsa dengan Nilesat dalam kapasitasnya sebagai sebuah saluran Arab yang berkomitmen nasional.

Usaha pembungkaman media tersebut bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh pemerintah Perancis. Otoritas pemerintah Perancis sebelumnya pernah memperingatkan sebuah satelit pemancar Al Aqsa TV dengan dalih mengudarakan gelombang saluran televisi Hamas.

Perancis juga mengatakan bahwa saluran tersebut melanggar regulasi media Perancis tahun 1986. Karena ditakutkan telah mengungkap kejahatan Israel, Al-Aqsa TV dicekal Perancis.

“Televisi tersebut melanggar hukum yang melarang segala bentuk hasutan terhadap kebencian dan kekerasan atas dasar ras, agama atau kewarganegaraan,” demikian bunyi pernyataan dari yayasan Defense of Democracies yang berbasis di Washington. Yayasan Yahudi tersebut melobi lembaga pengawas penyiaran Perancis (Conseil supérieur de l’audiovisuel-CSA) agar stasiun televisi tersebut dihapuskan oleh pihak penyedia layanan satelit.

Al-Aqsa TV dipancarkan oleh Eutelsat ke kawasan Eropa dengan mempergunakan satelit Atlantic Bird 4A. Eutelsat adalah salah satu penyedia layanan satelit yang terkemuka di Perancis. Tayangan televisi yang dipancarkan Eutelsat dapat diakses di seluruh penjuru Eropa, hal tersebut agaknya meresahkan Israel dan kaum Yahudi.

Namun, Perancis tidak punya dasar hukum untuk menuntut Eutelsat melarang penayangan Al-Aqsa TV, kata stasiun televisi tersebut, satu minggu setelah pengumuman pelarangan dikeluarkan di Paris.

Dalam sebuah pernyataan, Hamas menyebut keputusan itu sebagai pelanggaran kebebasan media yang dijamin hukum dan peraturan internasional.

Gerakan tersebut meminta semua institusi yang terkait, saluran televisi satelit, dan media yang bebas untuk memperlihatkan solidaritas terhadap Al-Aqsa TV dan menekan bahwa CSA dan Eutelsat agar menarik kembali keputusan mereka.

Gerakan tersebut meminta semua institusi yang terkait, saluran televisi satelit, dan media yang bebas untuk memperlihatkan solidaritas terhadap Al-Aqsa TV dan menekan CSA dan Eutelsat agar menarik kembali keputusan mereka.

Eutelsat mengatakan masalah itu rumit karena mereka tidak mengikat kontrak langsung dengan Al-Aqsa TV, tapi dengan Noorsat, sebuah layanan di Timur Tengah yang menyediakan ratusan saluran televisi. Laporan itu menyebutkan bahwa ada sejumlah tugas kontrak yang harus dipenuhi sebelum membatalkan penyiaran, namun pada akhirnya Eutelsat setuju mematuhi perintah CSA.

Menurut Al-Aqsa TV, tindakan CSA tidak sejalan dengan undang-undang pers dan penyiaran internasional.

Namun, dalam pembelaanya menurut juru bicara kementerian Perancis mengatakan, “Perancis ingin terus membela kebebasan berekspresi di seluruh dunia. Kami juga tidak ingin melakukan kesalahan dalam hal melawan segala bentuk hasutan dan kebencuan,”

www.suaramedia.com